jenuh, bos.

Posted by bilal Jumat, 03 Februari 2012 0 komentar
harus juga saya katakan ini padamu, sobat diary!. Tapi saya nggak tegaan bilangnya. Ah... Bener nggak papa kalau saya utarain?. Okelah kalau memaksa.

Di suatu pagi yg cukup buta, dan mata2 manusia2 berprilaku hewan masih tertidur pulas, saya sejenak berdiri dari ranjang tidur. Lama. 1 menit berlalu, 2 menit, 4 menit, sampe sekitas 15 menitan baru saya selesai bangkit dari salam kiri dan kanan.
Waktu itu, karna udara pagi buta masih terasa cukup dingin, saya kayak di ajak sama seorang manusia berprilaku hewan ke sebuah taman. Taman itu sangat indah. Mungkin tak ada duanya barangkali. Seingat saya manusia berprilaku hewan itu membimbing saya keliling taman tersebut. Di dalam tanan itu, saya tidak sendirian. Ada cukup banyak orang di sana. Saya melihat mereka ada yg dengan mudah mendapatkan emas batangan. Lalu dengan mudahnya emas itu menghilang. Si pemuda mengejar terus emas yg di dapat setelah itu dalam waktu sekejap hilang. Kejadian itu berulanga di lakukan hingga si pemuda masuk usia lanjut, setelah itu mati.

Ada juga seorang wanita yg berada di bawah pohon sedang berorasi dg suara bergebu2 tentang emansipasi. Semua tampak serius mendengar orasi itu. Sesekali terdengar teriakan dari kerumunan: hidup kesetaraan.
Namun, beberapa saat, datanglah seorang pembantu menenteng anak kecil. Di hampirilah wanita yg berorasi itu.
'bu, anaknya bawel. Saya pusing urusnya. Pan saya cuma lulusan SD. Beda sama ibu yg lulusan kuliahan'.

Saya kembali tentun oleh manusia ini untuk duduk di sebuah kursi yg rada panjang. Di samping kami ada dua orang yg sedang asik bermesraan. Makin lama makin bukan mesra lagi! Malah makin nafsu dua insan yg di mabuk asmara itu. Waktu pun berjalan kami masih duduk di kursi itu. Wanita yg bermesraan tadi dg lakia ganteng itu. Kini berperut buncit. Dengan enteng si laki2 mengatakan: kayaknya kita udah nggak sejalan. Kita putus aja.

Saya lemas dan.
BERSAMBUNG.

0 komentar:

Posting Komentar