hukurila: saya akan datang lagi

Posted by bilal Kamis, 02 Mei 2013 0 komentar
“Hukurila: saya akan datang lagi” 
Read: bilal revolusi

Ambon, 2 mei 2013. 

Penelitian tentang jejak portugis di daerah Maluku menjadi sangat menarik saat kaki saya dan teman-teman sejarah lainnya berkunjung ke desa Hukurila. Desa yang sangat teratur dan bersih ini, membuat saya merindukan untuk kelak kembali datang ke sana lagi.



Tepatnya, dari pagi pukul; 10:07 WIT. mobil angkutan kota jurusan Hukurila melaju dengan kecepatan sedang menembus perkotaan hingga perbukitan, di kanan kiri terlihat pohon-pohon yang berwarna hijau nansegar menggantikan pemandangan gedung-gedung perkotaan kota Ambon. 

Hari ini, saya, Sulhia tuasamu dan Mbak Wulan punya agenda untuk penelitian jejak portugis di Hukurila. Sampai di sana, apes Raja-nya tidak ada, lagi keluar kata para penduduk. Kita nggak kehabisan akal. Lah udah tanggung datang ke tempat yang keindahan pantainya sangat tersohor ini, membawakan kami bertiga mesti merasakan pasir pantainya [minimal]. Dan perjalanan yang cukup penjang itu, terbayarkan dengan keindahan pantai yang sangat-sangat indah. Beneran lho!!!. Pasir pantainya yang berbatu kecil-kecil seperti menginjak ribuan batu-batu kecil diatas kaki. Seharusnya pantai dengan pemandangan alam yang Tuhan berikan dengan sangat indah ini perlu dijaga dengan baik-baik. Saat Tanya sana-tanya sini tentang benteng. Ternyata, kata penduduk ada benteng di hukurila—kata mereka sih buatan Jepang. Nah, makin seru ini. Tapi karena waktu yang membatasi kita, akhirnya nggak kesana deh!!!. Tapi tak apalah, lah sudah liat pantainya saja saya sudah sangat  minta terima kasih [baca: senang].

Kesan-kesan di hukurila.

Kesan pertama saat menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di sana adalah bersih dan rumah-rumah yang tertata rapi, itulah kesan pertama yang bisa saya tanggap saat di sana. Selain bersih dan desa yang tertata rapi, warga di desa Hukurila pun sangat Welcome sama orang luar, apalagi bagi orang yang pertama datang kehukurila. Bahkan, saat mau pulang kami ditawarkan untuk makan siang duluh disana. Gila nggak welcome ngimana coba????. Sayang, karena kita malu-malu kucing. Akhirnya niat baik seorang bapak didesa itu pun kami tolak dengan baik-baik. 

Sebagai ganti dari penolakan itu, wulan akhirnya membeli Durian saat pulang dan memboyongnya hingga kerumah. Semoga  sampai di rumah wulan bisa mencicipi durina yang kelihatan menggiurkan itu yah!!!.
Sebagai janji saya, maka saya kelak akan datang lagi kehukurila untuk menengok pantainya yang indah nanmempesona mata saya.[]
 

0 komentar:

Posting Komentar