Cuma perbedaan sederhana

Posted by bilal Sabtu, 23 Maret 2013 0 komentar
“Cuma perbedaan sederhana”
 Read: bilal revolusi 

 “Berarti umat islam telah mencontohi bangsa cina, dan akan dibangkitkan bersama dengan bangsa cina diakhirat kelak.”



Ambon, 06 maret 2013
suatu hari, saya terlibat pembicaraan dengan seorang lelaki sederhana berkulit hitam. Ia mengatakan kepada saya bahwa, ia lebih menyukai memakai baju islami ketimbang memakai jens saat sholat. Mendengar hal itu, sejujurnya saya ingin menampik apa yang dikatakan olehnya itu—Cuma saya lagi-lagi harus terdegradasi dari pembicaraan, karena saya cukup sadar diri bahwa saya akan selalu kalah saat berbicara dengannya. 

Yang menjadikan saya ingin menampik apa yang dikatakan olehnya itu adalah, ia sedikit mengatakan bahwa jelana jens merupakan produk barat, yang notabenenya akan membawa kemudaratan. Lalu dengan sangat etengnya ia mencomot sebuah hadis tentang sikap tiru-meniru dalam islam. dan saya pun akhirnya terdiam seribu bahasa. Saya tahu dengan siapa saya berhadapan.

Baik. Untuk mengikuti arus yang diberbicara, saya ingin bertanya; Apakah menulis Al Qur’an dikertas itu mesti?. Mungkin anda akan merasa pertanyaan saya ini gila. Tapi tahukan anda bahwa menulis diatas media kertas pertamakali dipraktekkan oleh bangsa cina. Berarti umat islam telah mencontohi bangsa cina, dan akan dibangkitkan bersama dengan bangsa cina diakhirat kelak. Lalu ada juga pertanyaan lain; apakah memakai jens itu haram?... bila anda menjawab Ya, mungkin anda perlu untuk kembali belajar tentang hadis tiru-meniru itu. hokum asal muasal beda itu adalah mubah. Namun ia akan berganti bilamana atas tujuan apa kita menggunakannya, misalnya pisau. Bila kita menggunakan pisau tersebut untuk membunuh manusia yang tidak bersalah maka jatuhnya kita pada perbuatan dosa, dan itu hukumnya haram, karena mengunakan pisau untuk membunuh. Namun, bila kita menggunakan pisau untuk menguliti, memotong-motong ayam dan membakar ayam tersebut, lantas kita berbagi dengan tetangga sekitar, maka jatuhnya perbuatan kita adalah pahala. Meski pisau kita sama-sama mengugnakan media yang sama, yakni pisau, yang satu untuk menguliti daging manusia dan satunya lagi menguliti daging lezat ayam.

Sekarang, setelah uraian panjang lebar saya ini. Masihkah kita berdebat dalam hal furukiah [cabang]. Telah berlalu manusia-manusia dimasa sebelum kita yang juga telah berdebat masalah furukiah. Bahkan saling mengkafir-kafirkan satu sama lain. Saya tidak ingin mengkafirkan yang lain, karena itu bukan ranah kita. Saya cukup beruntung, karena tidak dijustifikasi olehnya sebagai orang-orang kafir—asebeb saya memiliki pandangan yang berbeda dengannya tentang apa yang dikenakan saat sholat. Ia memilih untuk menggunakan pakaian sunnah, dan saya memilih menggunakan pakaian apa adanya, meski itu jens. Saya memiliki hak untuk menghadap Tuhan dengan cara saya, bukan cara orang lain, menggunakan jens saat solah mungkin—mungkin juga pakai sarung , meski dibelahan dunia lain misalnya Iran yang menggunakan sarung untuk mandi bukan untuk sholat []
 

0 komentar:

Posting Komentar