into the wild
Senin, 04 Agustus 2014
0
komentar
"into the wild"
writer: bilal revolusi
catatan harian kecil seorang blogger.
kita tak pernah tahu arah yang pasti kita pilih. tapi saat kita benar-benar memantapkan untuk memilih dan membulatkan tekat untuk memilih, maka segala resiko, manis-pahit dan segala rasa yang nantinya kita dapatkan dari proses pilih-memilih yang kita tempuh itu adalah konsekuensi paling gila yang akan kita tuai.catatan harian kecil seorang blogger.
into the wild mengajar saya malam ini bagaimana pilihan mesti diterima, manis dan pahitnya pun mesti ditelan bulat-bulat. kita mungkin melihat bahwa ide untuk berkelana menjadi seorang petualang super [supertramp] adalah gamparan ideal untuk seorang menghindar atau sekedar mencoba lari dari masalah yang memilit. begitu pula dengan Cri, [tokoh semtran dalam film Into the wild]. ia [cris] memilih untuk menghindar dari kebisingan dan perbedaaan yang begitu jauh antara kehidupan orang tuanya dahulu dan saat menjadi orang berada. kesenjangan inilah yang dilihat olehnya sebagai mala petakan yang membawa api di dalam rumah mungil di virginia. ia pun akhirnya membulatkan tekat untuk pergi jauh dari hiru-pikuk dunianya, melepas segala atribut gelar sarjana yang ia sandang dan berkelana menjadi supertramp.
pada akhirnya, keindahan dan idealisme menjadi manusia bebas itu, membawa cris dan mungkin kita yang sedang atau telah menyaksikan film berdurasi 2:15 jam ini sebagai suguhan menarik. sebuah pergulatan dan pembelajaran penting untuk kita petik ibroh dari film petualangan serba seru. saya mencoba melihat hal lain dari suguhan film ini. setidaknya ada tiga pelajaran yang malam ini saya dapatkan usai menyaksikan Into the wild.
pertama, memulailah memilih jalan untuk berpetualang atau dalam kerangka pikiran saya adalah mulailah berhijroh [atau dalam bahasa indonesianya: berpindah]. hal inilah sangatlah bagus, setidaknya menambah pengalaman hidup kita, pengalaman yang tak mungkin didapatkan dari bangku sekolah ataupun perkuliahan.
kedua, tentukan kota mana atau negara mana yang hendak kau tujuh. lewat itulah kau, saya dan mereka yang memilih untuk berpetualangan bisa fokus untuk berpindah.
ketiga, tentukan kepulangan dari pengembara panjang yang kita buat itu. karena kita semua pasti akan pulang, setiap pengembara akan pulang kerumah dan mencium wangi harum dan nuansa rumah. []
Ambon, 26 july 2014.
0 komentar:
Posting Komentar