what are you doing, brother?

Posted by bilal Rabu, 03 April 2013 0 komentar

“what are you doing, brother?” 

Read: bilal revolusi

Semua orang akan berkata bahwa “berikan saya kepercayaan untuk menjalankan hidup saya sendiri”. Namun bila kepercayaan itu tercipta dari sesuatu pemberontakan bodoh, bagaimana?...


mungkin saya terlalu kasar dalam membuka tulisan ini. Tak apalah, itu pandapat orang lain. Bagi saya pemberontakan cerdas adalah lebih baik ketimbang pemberontakan bodoh. Seorang yang ingin bebas dengan gaya sendiri itu baik, namun bila bebas dalam perspektifnya; berlama-lama dan sampai meninggalkan kewajibannya sebagai seorang manusia yang beragama, menurut saya tindakannya itu telah memvonis dirinya dalam pandangan dangkal tentang kebebasan.
“Saya tidak terikat dengan duduk berlama-lama di rumah orang hingga melupakan rumah sendiri. Saya pun tidak meninggalkan sholat karena alasan nongkrong dengan teman” bila kita memiliki prinsip, maka kita akan terbentuk menjadi manusia bebas yang cerdas. Tidak terikat dengan teman sekeos apapun dia, tak terikat dengan mengisi waktu luang berlama-lama duduk di tempat nongkrong.
Orang yang bebas itu adalah orang yang bisa terlepas dari sekat terhadap apapun, namun memiliki prinsip hidup yang keras. Bila orang yang bebas tapi tidak memiliki prinsip yang baik, saya bisa pastikan dia akan seperti batu karang yang terus dipukul ombak namun tak bergerak, tak melawan. Mengapa dia tidak menjadi gelombang ombak, yang menghantam perahu dan mengulingkan kapal besar dengan terjangan besarnya? Ombak adalah seorang yang memiliki pondasi berpikir yang tajam laksana mata pisau. Pilihan inilah yang terkadang sulit. Tak semua orang bisa memilih dengan jeli, dan bukan berarti tak bisa memilih dengan jeli manutup gerak kita untuk berbuat yang lebih—setidaknya kita masih bisa mencoba untuk memilih lagi.
Jadi, untuk menutup tulisan basi ini. Saya hanya ingin menganjurkan bagi siap saja yang masih bodoh dalam memilih pilihannya silahkanlah berubah. Anda bukan kacung, jongos, babu yang ditarik-tarik untuk ikut orang lain. Anda bisa berontak dengan sikap dalam ajakan mereka. Dan saya amat percaya manusia itu baik, Cuma terkadang pikiran bodohnya itu perlu dipukul dengan tulisan dan makian yang baik agar bisa berubah menjadi manusia baik.
Salam saya untuk my brother:
“bung, hidup ini keras dan tak datar. Hidup ini terjal dan amat sakit… maka saat pilihanmu salah, saya pastikan taklama lagi anda akan terjebak dalam pikiran yang ruet. Pikiran batu yang sama dilakukan oleh manusia zaman paleolitikum. Pilihlah yang bijak, bukan mengedepankan pandangan yang semu dan bodoh. Ini memang keras, artikel ini memang nyelekik, tapi percayalah dengan artikel ini setidaknya anda tahu apa yang sedang saya pikirkan dan rasakan. Bukan karena saya diam, berarti saya menyetujui dan mengaminkan tindak tanduk dan gaya berbahasamu, tapi kita perlu berkata jujur. Anda sudah besar bukan, sudah bisa tahu mana yang bodoh dan sangat-sangat bodoh kan?... jadi semuanya di tangan anda sekarang”
Doing something and finis.
Saya sepakat adalah menjadi manusia yang hanya bisa mendengar keluhan tanpa mencoba mengubahnya, itu adalah kesalahan. Maka bisakah kita mencoba untuk pulang kerumah dan tanpa harus melaporkan apapun dan mengeluhkannya. Saya berpikir bahwa tanpa kita sadari rumah yang kita huni menjadi sebuah keranjang sampah yang sering disisi dengan sampah keluhan dari luar sana. Kita sering menjadikan rumah sebagai tempat sampah masal, yang selalu bisa kita isi sesukanya, sampah apapun dia. Namun kita lupa atau mungkin sengaja melupakan bahwa kita tidak punya prestasi apa pun!
Artinya dari hari ini, setelah kita membaca tulisan basi ini. Bisakah tidak mengeluh tapi bawalah yang baik-baik dari luar masuk kedalam rumah. Bukankah kehidupan di luar rumah itu tidak selamanya jahat dan menyeramkan?... bisakah diambil baiknya dan bawa pulang kerumah?...
Oke, saya sudah capek untuk berkata—sudah bosan melihat tingkah kehidupan yang monoton. Yang selalu penuh dengan kejenuhan, Ke-topengan yang kita kenakan ingin sekali saya lepas. Setidaknya momen ini adalah bahan saya dan mungkin saja untukmu yang pengen ambil pelajaran yang baik dari tulisan saya ini. Bahwa hidup kita perlu strum terapi dengan tegangan tinggi, agar kita sadar akan hidup yang memang perlu teguran yang keras dan makian yang baik. []

0 komentar:

Posting Komentar