Sebuah Cerita tentang Liburan Lebaran

Posted by bilal Kamis, 06 September 2012 0 komentar
Sebuah Cerita tentang Liburan Lebaran

Hai. Jumpa lagi. Selamat bersyawal semuanya. Mumpung aura lebaran, mohon maaf lahir dan batin buat semuanya, yha. Terkadang, berbuat baik juga butuh momen resmi, biar gak malu yha, mehehehe.

Libur lebaran kali ini sebenarnya panjang. 9 hari. Bagi yang masih berstatus employee kek gue, hari sepanjang itu berasa surga banget lhoh. Tapi, walau semingguan lebih, rasanya juga pendek bangettttt kalo udah yang namanya kumpul keluarga, dan gue bisa klowar-klowor di kamar kesayangan gue.

Baiklah, sebelum ingatan gue memudar tentang apa saja yang gue lakuin selama liburan kemarin, gue rekapin ajjah yha. Kejadian aslinya lebih gumiho-naruto-shinminah-ashtonkutcher-banget sebetulnya. Tapi, namanya juga manusia biasa–dengan cinta luar biasa–gue cuman mengingat-ingat doang kejadian-kejadian kemarin.

Satu. Gue mudik bareng si Amirul. Dewa ilustrasi yang ternyata tetangga gue. Satu kota. Jepara tercinta. Sepanjang perjalanan kita ngobrol, hingga berakhir kesimpulan: orang-orang Jepara itu keren-keren. Gue dan Amirul adalah bukti nyatanya. Begitu kesimpulan kami.

Dua. H-1 lebaran, gue masih belum punya baju baru. Boro-boro. Gue pulang ajjah, cuman pake: sepatu New Balance (eaaaa), celana jeans, kaos Wadezig, dan sweater Rown Division. Di dalam tas, cuman ada Al-Qur’an saku, satu kaos Real Madrid, dan laptop beserta charger dan mouse-nya. Walhasil, saat sampai rumah, adik-adik, emak, kakak-kakak gue, langsung mengeluarkan maklumat-maklumat yang mengatakan bahwa gue gak berniat sama sekali lebaran. Hahhaha. Alhamdulillahnya, si Fathin minjemin gue sandal bermotif keyboard yang asli benchong banget (gak mungkin khan gue shalat Id pake New Balance). Pakai koko dan juga sarung yang udah tiga kali lebaran gue pake (ohhhhhhhhhhh, sangat-sangat bongkar-bongkar baju-baju lama gue yang ada di rumah). Dan juga, selamat rentang waktu lebaran itu, gue dengan innocentnya cuman pinjam-pinjem baju kakak gue buwat dipake selama liburan lebaran. Gue baru beli baju sabtu kemarin, pas ahadnya balik ke Solo. Dua jeans, dan satu kemeja. Ya, info gak penting, sih. Tapi yha, gue cuman mau nunjukin bahwa gue juga niat lebaran, kok. 

Tiga. Dikarenakan lebaran kali ini kakak pertama gue yang di Solo gak bisa balik ke Jepara karena lahiran, akhirnya, lebaran ini keluargalah yang ke Solo. So, lebaran ke dua, markas kita pindah dari Jepara ke Solo. Gue yang mudik H-3, di H+1 lebaran, balik lagi ke Solo. Asli benchong banget kalo inget. Kakak yang dari Bandung langsung menuju Solo. Gue dan keluarga Jepara rame-rame ke Solo. Dan perlu diketahui sodara-sodaraku semua, bahwa jalanan Jepara-Solo di H+1 itu macan tutul alias macet total chyinnnnnnn. Gue ajah tidur, bangun, tidur, bangun, tidur, salto, lompat harimau, main halma, nyuci piring, eh, masih gak nyampe-nyampe jugaaaaa. Ajibbbbbb. Berasa melakukan perjalanan ke Cybertron naik odong-odong tanpa pedal. Lama amirrrrrrrrr jenderalllllll.

Setelah nyampe, siang jam setengah dua (padahal berangkatnya jam tujuhhhhh), malamnya ke Malioboro. Dan kejadian macan tutul terulang lagiiiii. Ke jogja ajah bisa empat jammmm dengan jam normal satu jam. AJibbbbbbbb. gue sampe tidur, bangun, tidur, bangun, tidur, salto, lompat harimau, main halma, nyuci piring, eh, masih gak nyampe-nyampe jugaaaaa. Tapi, terbayar juga lelahnya dengan sepanjangan jalan gue nentengin DSLR dan menggila dengan foto-foto, terus dapat dua kaos Jogja yang unyu-unyu.

Paginya, menuju Janti. Yah, nyenengin ponakan-ponakan yang jumlahnya empat belas itu buwat main di kolam renang, terus yang gede-gede ngerumpi sambil makan gurame bakar.

Empat. Balik dari Solo, gue ngangkut empat kardus buku. Sebelum lebaran kemarin, gue ngabisin belanja kitab sejutaan. Ehehehe. Oleh itulah, gue males banget beli baju baru. Ehehehe. Sampai di Jepara, gue beli rak baru untuk menampungnya. Rasanya cool banget. Kamar gue mau gue jadikan batcave gitu deh. Gue lagi tergila-gila beli kitab. Rasanya kewl banget ada banyak buku tebal berjejeran di rak. 

Lima. Bikin rainbow cake-nya gagal karena pewarna makanannya habis. Tapi, di rumah lagi rame banget karena H+5 pada bikin seribu roti. Jadi, ya bisa kunyah-kunyah roti sampai belelen gitu deh.

Enam. Akhirnya gue bertemu lagi dengan Ustadz Kamal. Lamaaa sekali belum bertemu. Ketemu sekali, langsung ditanyain macam-macam. Termasuk tawaran menikah. Gue langsung pura-pura mati.


Tujuh. Ketemu dengan squad awal Smile Group. Nyuud masih seperti itu. Di balik gaya semauguenya yang asik itu, tersimpan kejeniusan yang tak tersangkalkan (cieehhhh). Bertemu bapaknya juga masih bergaya sama. Nyuud adalah teman sekamar di pondok, dan rumahnya sering gue jadikan tempat silaturahim sekalian nyari makan gratis dan memperbaiki gizi. Hahaha. Cholis juga masih sama. Aziz. Habibi. Agus.  Semua masih membawa karakter khas saat Aliyah dulu. Termasuk gue. Kami bertemu dengan tidak membawa embel-embel menjadi apa kami sekarang. Tapi murni sebagai kawan yang pernah menghabiskan masa muda bersama-sama selama bertahun-tahun. Jadi lebih banyak ketawa-ketawa, ngecrohi sana-sini. Lebih polos. Dan tulus. Reuni seharusnya seperti itu, yah.  Gue tidak bertemu Zainuri dan Ikhul. Dua anggota SmileGroup lainnya. Zainuri tepar di rumahnya. Ikhul sudah balik ke rumah istrinya di Lampung. Maybe next time, guys.

Delapan. Setelah melalui perbincangan yang lama dengan emak gue. Keputusannya, sebulan sekali gue akan pulang ke Jepara. Mendekati wajib gitu deh. Ehehehe. Diusahakan, tiap ada pengajian keluarga. Jadi, di keluarga gue, ada tradisi pengajian bulanan yang bergilir. Bila bulan ini di rumah gue, bulan depan di rumah om gue, dan seterusnya.

Sembilan. Kegiatan lainnya, standar ajjah sepertinya. Nerima tamu. Mertamu. Keliling. Klowar-klowor di kamar. Nonton film. Nyuci baju. Nyirami latar. Nyapu latar. Maen bareng Noya, El, Luna, Syaira, Zalfa, dan lain sebagainya. Bertindak sebagai manusia normal. 

Udah yha. Gitu ajjah. Semoga next time bisa posting foto-foto. Gimana liburan lebaran kamu?

***

from: casofa

0 komentar:

Posting Komentar