Cinta Membuat Anak Menjadi Luar Biasa
Sabtu, 29 September 2012
0
komentar
Bahasa komunikasi ternyata begitu penting untuk menggerakkan anak untuk tidak takut terhadap hal baru yang akan ia lalui, seperti cerita diatas, si Abil yang belum pernah ke Lapas ( baca penjara) begitu ketakutan karena selama ini yang ia tahu bahwa penjara itu tempatnya orang- orang jahat yang di penjarakan.
Seperti pula anak saya Saif…ia tidak mau meminum madu, karena bagi dia yang namanya obat itu tidak enak. Semakin di paksa semakin ia memberontak dan membenci madu, tapi ketika kita ajak bercerita dari mana asalnya madu, kenapa madu itu sehat dan madu adalah salah satu yang di perintahkan Allah untuk kita konsumsi sebagai penawar penyakit ia bersemangat untuk meminumnya walau sedikit susah.
Ummu syahin, terapis andalan saya berkata “ sebelum kita menyuruh anak- anak untuk melakukan ini dan itu kita harus mengambil hatinya terlebih dahulu, kita harus memberikan mereka cinta agar mereka mencintai kita, jangan coba- coba memaksakan kehendak kita, anak- anak itu biarkan mereka mengalir seperti air agar imajinasi mereka berkembang, kita hanya boleh mengarahkannya saja jika ada salah atau keliru”
Beliau juga pernah bercerita, ketika beliau masih aktif menjadi guru TK. Seorang anak muridnya hanya bisa menggambar batu setiap hari, tidak seperti teman- temannya yang bisa ber kreasi dengan gambar- gambar baru. Tapi ummu membiarkannya walaupun orang tua si anak protes kepadanya. Jawabannya hanya sederhana…” dari batu ia akan banyak melakukan petualangan”
Kebingungan orang tuanya terjawab ketika suatu pagi Ummu Syahin mengajak muridnya untuk mengeksplor gambar mereka. Anak yang hanya menggambar batu itu ternyata yang paling banyak mendapat point, karena dari batu ia bisa menyebutkan beberapa kata benda seperti rumah, gedung, jalan raya, dan tersentaknya orang tua ketika si anak berkata” batu untuk melempari orang- orang israel di palestina”. Subhanallah..
Begitu indah dunia anak- anak, jangan kita ganggu mereka. Biarkan mereka berkembang secara alami, tugas kita hanya mengawal dengan komunikasi yang baik, mendukung aktifitas positif mereka dan tidak memaksakan kehendak kita.
Oleh : Iqtina Khansa
0 komentar:
Posting Komentar