Daun
Senin, 24 Oktober 2011
0
komentar
word: Budi saputra
cemburu pada samudera yang menampung segala
cemburu pada sang ombak yang slalu bergerak
-iwan fals, cemburu-
1. Pagi itu aku jalan kaki ke rumah setelah berkeliling mencari jajanan pagi. Di jalan menuju rumah, laykany banyak jalan kampung lain di jogja, aku menyaksikan seorang tua sedang merapikan tanamannya. Di jogja, bagi yang belum pernah atau belum tahu, setiap pagi jalanan di depan rumah tiap orang biasanya akan disapu sendiri oleh mbah-mbah pemilik rumah. Jadilah jogja salah satu kota terbersih, yang pernah aku tinggali. Tentu saja berkat jasa tukang sampah yang sudah beroperasi jam setengah lima pagi, seiring gudeg yang buka lebih awal.
Kembali ke kakek yang kulihat tadi. Dia nampak tekun dan menikmati pekerjannya. Tipikal pegawai yang sudah pensiun, anak-anaknya sudah menikah smeua, dan harta yang serasa cukup sajalah hingga akhir hayat. Mungkin dan sangat bisa ini merupkan impian banyak orang di negeri ini, makanya pegawai negri masih menjadi cita-cita utama yang ditanamkan orangtua kepada anaknya. Menikmati masa tua dengan tenang, itu ingatan alam bawah sadar yang juga sempat mengusikku. Pilihan-pilihan masa tua yang terkesan tenang itu, seperti, menghabiskan waktu main catur, berkisah sepanjang waktu di kedai lapau warung atau apapun istilahnya, mengunjungi anak cucu sambil membawa hasil kebun, melakukan pekerjaan yang selama ini sudah ditekuni tentunya menjadi bos harapannya, beribadah ke tanah suci, mendekatkan diri kepada yang maha pemilik segal dengan rajin ke masjid karena tidak sempat ketika masih muda, mengoleksi benda-benda serta memburunya untuk dijadikan pajangan di ruang tamu. Benar, kan? Paling tidak, salah satunya mesti pernag terlintas di benak kalian yang segenerasi denganku. Lingkungan memberikan andil itu. Aku ingin hidup tenang. Begitulah yang tergambarkan jadinya. Meski ada juga orang tua yang benar-benar kehilangan kekuatan tubuhnya dan hanyabisa bersandar di kursi sambil menunggu adzan –alhamdulillah- dan mati.
2.Mari kita buka lagi lembaran-lembaran sejarah. Karena orang yang mengerti sjerahnyalah yang berhak –bisa dan tahu- untuk merancang masa depan peradaban yang ingin dibangunnya.
Umurnya sudah tua, dibacakan panjang-panjang drama tuntutan yang mengalahkan cerita sinetron yang sederhana, kakek tua itu hanya menjawab, intinya apa? Berulang kali sudah tubuh tua nanum sehat oleh semangat keimanan itu merasakan dinginnya bilik jeruji. Tetap saja dia mendidik santrinya dengan memberikan teladan bahwa dien ini tak pantas dijual dengan seonggok harta dunia dan ketakutan penjara. Pendidikan yang lebih nyata dan kuta daripada apa yang diajarkan di kelas-kelas. Wajar jiak seornag yang sudah meyakini denagn tingkat keyakinan yang tinggi akan apa yang dieprjuangkannya itu, tak gentar mengahdapi tantangan yang menghalang. Terlebih bagi beliau yang sudah tua, dan seakan umurnya sudah singkat di mata manusia, dunia tak ada artinya lagi.
Cerita emha dalam tulisannya, malam sudah cukup pekat ketika para santr kakek tua ini berkumpul di rumah penyair lautan jilbab ini. Para santri ini tidak terima dan betusha untuk meminta pembbesan terhdap gurunya. Sikap yang wajar terasa bagi seornag santri yang berkhidmat kepada seorang guru. Emha mangatakan, ust abu saja tidak meminta kebebasan kepada apa yang ditentangnya. Karena memiliki keyakinan yang kuat akan apa yang dieprjuangkkannya. Diajak lah mereka menenangkan diri dnegan gaya emha.
Ya benra, dialah ust abu bakar ba’asyir. Mengulang sejarah mengikuti jejak banyak ulama yang namanya semkian harum saat jiwa telah berpisah raga. Mengajar di pondok pesnatrennya di solo, ngurki, bisa mendapat tekanan dari negara. Bukan karena ketuaanya yang mungkin sekali pukul itu terjengkang, tapi apa yang diajarkannya.
Mundur sedikit kita, masih di negeri ini, juga masih di balik jeruji bernama keren hotel prodeo. Seorang ulama dengan tuduhan yang tidak kuat, tapi karena pemahamannya bertentangan dengan penguasa kala itu, sosok yang dijuluki prokalmaotr dan bapak revolusi. Sudah cukup tua dia ketika masuk . kelak di bukunya yang berjudul filsafat hidup, buya ahmak menjelaskan siapa saja orang-orang besar, walau tidak seterkenal dirinya di nusnatara ini, yang menjadi gurunya. Pertama adalah ayahnya, dan kedua adalah iparnya.
Masa tuanya telah diberkahi allah dengan memberinya waktu untuk beruzlah melalui perintah bung karno untuk memenjarakannya. Menjauhi kesibukannya bertmeu manusia dan menyelesaikan mega proyeknya sebelum ajal menjelang di depan pintu.
Daud bareuh.
Dipangkuannya bung karno pernh mannagis dalam rangka meminta bantuan rakyat aceh untuk kemerdekaan indonesia. Lahir di tanah rencong yang merupakan serambi mekkah, mewarisi tekad para syuhada perang badar.
Saat hak tak ditunaikan semnatara kewajiban sudah dibayar lunas, maka perjuangan adalah jalannya. Khianat tak berperi dari orang yang dulunay menangis dipangkuan itu tak menyurutkan langkahnya untuk menuntut. Karena berjuang bukan lah untuk tanah, air, dan jabatan, tapi karena itu perintah dari kitabullah yang terpendam di dada pahlawan tanah rencong ini. Menegakkan dan melaknsakan syariat seperti ajaran agamanya adalah harga mati yang ingin diterapkannya di tanah yang menjadi lahan juang cut nyak dien itu.
Ahmad dahlan.
Salah seorang cucunya pernah secara langsung menjadi guruku, meski tidak lama karena beliau mati di usia yang relatif masih muda, meninggalkan seorang anak yang masih sangat mungil. Semoga aku diberikan kesempatan untuk berbagi ilmu kepadanya seperti yang telah dilakukan almarhum ayahnya.
Nama ahmad dahlan kembali menyapa kaum muda yang lebih luas tatkala filmnya yang berjudul sang pencerah di rilis. Bahan ini kususun berdasarakan data yang lain, karena aku belum atau tidak menonton filmnya. Banyak alasanku untuk menunda terus melihtanya, dan di buku lain mungkin akan kutuliskan. Selain karena nama ini telah dimodifikasi menjadi merek, brand kuat yang sangat berguna di dunia kapitalis. Cukup menempelkan nama ini di nama sekolah, perguruan tinggi ataupun rumah sakit, maka terlegitimasilah keabsahan institusi itu.
M natsir.
Sulit untuk membayangkan sekarang ini ada menteri yang sampai bajunya untuk rapat dibelikan oleh hadiah dari anak buahnya. Dalam buku yang diterbitkan dalam rangka memperingati 100 tahun m natsir, banyak kennagan yang diceritakan orang-orang yang sempat berkenalan dnegannya.
3. Pindah kita ke negeri paling sering diperebutkan dalam sejarah dunia, palestina. Negeri para syuhada. Negeri al aqsa. Di negeri yang dihuni ibu-ibu muslimah yang subur dnegan tingkat kelhairan yang tinggi. Di tanah yang batu menjadi peluru melawan besi berjalan. Negeri dimana al qur’an lebih membumi. Di sini kita mendapati sebuah sosok tua, cacat, ringkih secara fisik namun snaggup menggelorakan jiwa perjuangan dan pengorbanan kaum muda.
Nama aslinya.
Perjuangannya hanya satu meter batasnya, itupun mesti dibantu seorang yang mendorong dari belakang, naum semangat juangnya menyelusup indah ke dalam relung-relung dada pejuang tanah paletstina. Keadaannya yang sama namun beda sebab dengan fisikawan atheis ternama, stephen hawking, memberikan pengajran yang kuat. Hawking yang bahkan sulit untuk bicara itu tetap memperjuangkan apa yang diaykininya, alam semesta terbentuk dengan sendirinya. Gagasan-gagasan fisikanya dijabarakan dnegan bahasa yang lincah, karena seeprti ungakapnnya bahwa stiap rumus yang tersaji dalam buku saya akan emngurangi oplah penjualannya setengah. Artinya dia berusaha bermain cantik dalam melemparkan gagasannya, hala yang patut direnungkan oleh para aktivis yang mebguasai bahan mentah lalu memuntahkannya sama mentahnya. Bukunya grand design menjadi rudal kesekian ilmuwan barat dalam usaha mengusir tuhan dalam science.
Perlu peluru kendali yang ditembakkan dengan pesawat canggih untuk memadamkan semnagatnya, dan itu harus memutus cerai pernikahannya dnegan dunia yang memang semnetara.
Karya yang ditinggalkan bukan berbentuk buku. Sebuah kata yang menggema, menggelorakn semangat muda, intifadhah!
Al bana dengan ikhwanul musliminnya. Kematiannya masih misterius, karena didalangi oleh sebuah konspirasi tingkat tinggi. Belum tua usianya, tapi hari-hari akhirnya masih dalam pengisian perjuangan.
Taqiyuddin an nabhani dengan kitab hakekat berfikirnya yang mengahncurluluhlantakkan pondasi berfikirnya para filosof terkenal yang tak jelas agamanya, hingga si atheis nizche, dan si kakek tambun berjenggot lebat karl marx.
Dpo.
Ahmad deedat dengan segala argumentasinya. Hingga menjalang wafatnya, kakek ini maish aktif meladeni para pendebat yang mengajaknya beradu argument tentang kebenaran agama. Kitab suci dua gama berada diluar kepala, hafal lebih baik daripada lawan bicaranya yang mesti membuka contekan.
Naquib al attas dengan tursday night lecture. Istilah yang paling melekat dengan salah seorang yang trahnya bersambung ke nabi muhammad saw ini adalah islamisasi ilmu. Foto yang sering dijumpai adalah saat di usia tuanya, jenggot putih yang lebat.
4. Sedikit saja terlontarkan ucapan, maka seluruh pendnegar akan mengikutinya. Sosokany telah dikenal dan diakui langsung lewat sertifikat masyarakat yang tahu dalam ilmu yang dikusasinya. Disaat itu kaum muslim mengalmai fitnah yang belum pernh terjadi. Fitanh yang sudah mengantarkan banyak orang ke liang kubur. Ulama dan tabiin.
Imam syafii, ulama yang akhir hidupnya diahbiskan untuk memebri pengajaran kepada banyak calon ulama yang nantinya menjadi penerang bagi umat ini dlam meniti jalan menuju surga.
Ibnul jauzi.
Imam suyuti.
5. Umurnya sedikit saja jaraknya dnegan kekasih yang dicintainya itu. Seorang yang menjadi inspirasi untuk mengungkapkan kata meski hanya tinggal aku seorang saja yang membela islam, itu adalah diriku. Lelaki yang paling utama dan paling lama menmani rasulullah saw.
Di zaman kepemimpinannya, sahabat ini memerangi para pembangkang yang keimannnya masih lemah shingga enggan membayar zakat. Padahal zakat bukanlah kettapan yang dibikin oleh hasil kespakatan para pemimpin, tapi langsung dari langit. Pun menjaga kecuain agam ini dari orang-orang nekat yang bearni mengaku dirinya seorang nabi padahal telah jelas dikatakan di dalam al qur’an bahwa nabi muhammad saw merupakan penutup dari para nabi dan rasul. Kelak kita juga akan menjumpai spesies manusia sejenis Muslaimah al Kahzab sang pendusta yang lahir di india, Mirza Gulam Ahmad. Antek inggris yang dengan kelancangannya mengaku nabi dan menghapus syariat jihad. Perkataan itu kita baca sambil melihat foto mesranya dengan para penjajah negerinya sendiri. Melahirkan tafsiran baru terhadap ayat al qur’an dan mengatakan nabi muhammad hanya cincin para nabi. Seakan kebenaran itu tertimbun sejak 14 abad silam, dan para ulama, para shabat bahkan nabi sendiri tidak dan telah salah menafsirkan ayat al qur’an itu. Sungguh kepongahan bodoh yang luar biasa. Layak memang akhir hidupnya etrsungkur hina di dalam tempat pembuangan hajat. Adalah seorang muda, xxx, ketika ditantang untuk bermubahalah dengan dirinya mnyatkan untuk bersedia. Dan alhamdulillah beliau meninggal 40 tahun setelah kematian Mirza Ghulam.
Lelaki yang syahid ini seiring sejalan namanya disebut dengan nabi muhammad, abu bakar yang membenarkan. Kematiannya dicatat sejarah dibunuh oleh.
Umurnya sudah berkepala enam tatkala didaulat utnuk memerintah negara yang baru. Usia dimana kepala negara pada umunya saat ini akan mengalami kecaman karena kediktatrorannya amupun kesan rakus terhadap kekuasaan. Berlainan respek yang diberikan rakyat pimpinan Abu Bakar. Mereka paham dan mengerti bahwa dialah orang yang paling pantas untuk jabatan itu. Bukti jelasnya tatkala rasulullah saw menyruh abu bakar untuk memimin shalat subuh mengganti beliau yang sedang diserang demam, sakit pertama dan terakhir rasulullah di dunia. Tampuk kepemimpinann yang tidak dicari dan diamui tapi diberikan karena kemampuannya dan integritas yang telah dibutkikan selama ini yang membuat mereka dnegan sennag hati menerimanya.
Umar bin khatab, terdengar tegas dan berwibawa nama itu. Tidak bisa dibilang muda lagi umurnya saat menngantikan abu bakar memimpin umat muhammad. Umur disaat para pemimpin perusahaan besar menikmati seduhan minuman dingin di tepi lapangan golf.
Ustaman bin affan, tak jauh beda. Lelaki yang tak tega kepada kaum lemah meski dia berbuat salah ini memilih penghabisan hidupnya untuk berbuka bersama para sahabatnya dengan menjalani takdir seperti yang telah diisyaratkan rasulullah dalam hadistnya.
6. Buku itu mulanya tidak kusadari jika kovernya bergambarkan wajah mungil bayi. Konsepnya memang disamarkan. Yang jelas kita lihat adalah gamabaran pantai di sore hari yang berwarna oranye. Renungan tentang umur manusia, buku yang ditulis oleh , dan merupakan sedikit buku-buku awalku di jogja. Sosok nabi muhammad. Bahasanya yang sederhana menjadi pembukaku dalam mengenal lebih terhadap sosok nabi setelah kisah kisah menkajubkan oleh ibuku.
Kisahnya. Manusia mulai itu merasakan panas yang tidka biasa pada tubuhnya. Seklai itulah dlam hidupnya beliau merasakan apa yang namahy sakit karena penyakit. Semakin hari semkain lemah terasa tubuhnya, hingga untuk bersiwak pun beliau meminta istrinya, humaira panggilan sayangnya, untuk mengahluskna terlebih dulu. Lalu tamu itupun datang atas perintah penguasa alam. Kehadirannya sungguh memberi nuansa yang berebda bagi asiyah.
Sejauh yang bisa kuingat dengan baik, buku inilah yang pertama membuatku menitikkan air mata saat membaca akhir hidup rasulullah saw. Mungkin karena kelunakan bahasanya, mungkin karena kondisi kejiwaanku yang sedang pas dengan tulisannya, dan kemurahan allah dalam melunakkan hatiku. Bukankah menangis salah satu tanda masih sehatnya hati?
7. Adalah sebuah pilihan yang bisa kita runut sejak awal, akan seperti apa masa tua yang kita jalani. Umur memnag kita tidak tahu, tapi niat yang terpancang di hati tentu berbeda nialinya dnegan orang yang hanya mengikuti alur hidup. Siapa yang menanam, dia lah yang akan memetik hasil. Siapa yang memeprsiapkan dialah yang tenang dalam menghadapi momentum hidup.
Kisah-kisah para pendahulu itu dimasa ini bisa jadi dipandnag sebagai hidup yang sulit, jelas tidak sesaui dengan impian banyak orang tentang amsa tua yang menikmati ketenangan di rumah, baca koran, gunting tanaman, dan melalui waktu tanpa perjuangan lagi.
Kesamaan diantara kisha itu adalah bahwa mereka, kaum ulama, mengetahui dengan akal, mencintai dnegan hati, mengajrakan dengan lisan, dan melakukan dengan tindakan apa yang telah diaykininya, yakni islam. Mereka yakin bahwa apa yang mereka lakukan adalah pekrjaan yang diwariskan nabi kepad mereka.
Manusia agung itu, yang bahkan allah membuka tabir waktu kematian dan menyuruh malaikatnya untuk meminta izin ketika akan mencabut ruhnya, paham benar tugas yang diembannya sangat berat dan menimbulkan konsekuansi yang tidak ringan bagi yang salah jalan maka waktu adalah detik yang mesti diisi dnegan pengajaran, bahkan hingga detik ekmatian dengan masih tetap memikirikan yang menjadi tanggung jawab penyampaian risalahnya, ummati ummati.
Kematian menjadi berharga karena apa yang telah kita lakukan semasa hidup. Perbuatan kita menentukan apakah ornag akan berbahagia dnegan kematian kita layaknya saat kelahiran atau berduka cita yang dalam seakan padam cahaya dunia. Pilihan pertama mudah namaun konsekuensi setelah mati itu yang berat. Berbuatlah semaumu jika sudah tidak punya malu, demkian kata nabi. Pilihan kedua adalah menggenggam bara islam, hingga melepuh, hingga berdarah, hingga lumat tubuh dimakan tanah, tapi insya allah bidadari yang menjemput di pintu kematian.
Kita tidak bisa memilih untuk lahir dalam keadaan bagaiaman, dari rahim siapa, dimana, dan kapan. Tapi kematian mempunyai dua latrenatif yang bisa kita pilih, husnul khatimah atau suulkhatimah. Tak ada yang ketiga apalgi keempat.
Bergerak berkali-kali karena mati hanya sekali, demikian anak-anak liberation youth menggemakan slogannya.
#sebuah bagian dari "Purnama –belajar mencintai rasulullah saw-"
0 komentar:
Posting Komentar